Belajar Renang

BELAJAR RENANG


Oleh

Drs. Marta Dinata,M.Pd




Penerbit Cerdas Jaya
Jakarta
2018



BAB I
PENDAHULUAN

A.  Sejarah Singkat
            Sepanjang perkembangan yang dapat di ikuti, kota Bandung merupakan kota yang mengawali kegiatan olahraga renang di Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan pembangunan kolam renang Cihampelas pada tahun 1904. Disamping itu sebelum kemerdekaan telah beberapa kolam renang dibeberapa kota besar, seperti Jakarta, Surabaya dan lainnya. Dengan adanya beberapa kolam renang, perkembangan cabang olahraga ini ditandai dengan dibentuknya  perkumpulan-perkumpulan renang antara lain Bandungsche Zwembrond atau Perserikatan Berenang Bandung pada tahun 1917. Ketika itu terdapat 7 perkumpulan yang bernaung di bawah perserikatan tersebut, termasuk perkumpulan renang siswa-siswa sekolah di Bandung.
            Menyusul berdirinya West Java Zwembrond pada tahun 1918, pada tahun 1927 di Jawa Timur berdiri Oost Java Zwembronf (perserikatan Renang Jawa Timur). Dua peloncat indah Belanda mencetak prestasi pada tahun 1934. Hamman dan Van de Groen, masing-masing sebagai juara pertama dan kedua nomor-nomor papan 3 meter dan menara. Ketika Far Eastern Games (Olimpiade Timur Jauh) berlangsung di Manila pada tahu  1934, kedua peloncat tersebut utusan Hindia Belanda.
B.  Renang dan Alam Kemerdekaan
            Selama pendudukan Jepang 1924-1925 memang kesempatan untuk berenang terbuka luas bagi bangsa Indonesia, karena pemerintah Jepang membuka semua kolam renang di tanah air untuk masyarakat umum. Pada awal kemerdekaan Indonesia, perkembangan renang di tanah air agak menurun, disebabkan bangsa kita terlibat dalam perjuangan fisik melawan penjajah dan beberapa tahun setelah kemerdekaan, berada di bawah Zwembrond Voor Indonesia (ZVBI). Pembentukan organisasi induk renang terwujud pada tanggal 21 Maret 1951, Ketika kongres pertama di Jakarta menganngkat Prof. Dr. Poerwo Soedarmo sebagai ketua pertama Persatuan Berenang Seluruh Indonesia (PBSI) yang pada tahun 1957 namanya menjadi Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) , agar tidak mempunyai singkatan yang sama dengan Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI)`
            Dalam upaya menyempurnakan bidang organisasi pada tahu  1952 PRSI menjadi anggota resmi Federasi Renang Dunia,  Federation Interasionale de Nation Amateur (FINA) dan juga jadi anggota resmi Internasional Olympic Committee (IOC), Komite Olimpiade Internasional. Perkembangan cabang olahraga ini berlangsung pesat di berbagai daerah dan perlombaan renang diadakan setiap tahun di tingkat nasional . Misalnya saja dalam PON cabang olah raga renang dengan berbagai nomor perlombaan menjadi salah satu nomor utama dalam acara. Pada saat perkembangan olahraga ini, tahun 1952 tellah diutus perenang 200 meter gaya dada Soeharko ke Olimpiade Helsinki. Walaupun tidak berhasil mencapai semifinal, tetapi telah terpecahkan rekor Indonesia atas namanya dari 2.51.3 menjadi 2.50.6.
            Pada tahun 1953 Indonesia turut mengambil bagian dalam Youh Festival di Bukarest. Dalam melancarkan kegiatan-kegiatan renang pada waktu tertentu PRSI mengadkan kongres dan menyempurnakan susunan pengurusnya demi kemajuan cabang olahraga yang mempunyai banyak nomor perlombaan pada setiap pertandingan yaitu :
Tahun                          Kota                            Ketua Umum
1951 kongres I                        Jakarta                         Dr. Poerwaedarmo
1954 kongres II                       Bandung                     D. Soeprayogi
1955 kongres III                     Cirebon                       D. Soeprayogi
1957 kongres IV                     Makassar                     D. Soeprayogi
1959 kongres V                       Jakarta                         D. Soeprayogi
1963 kongres VI                     Jakarta                         D. Soeprayogi
1968 kongres VII                    Jakarta                         D. Soeprayogi
1974 kongres VIII                  Jakarta                         D. Soeprayogi
1982 kongres IX                     Malang                        M.Siregar
1987 kongres X                       B.Lampung                 Ir. Drs. Ginanjar Kartasasmita           
            Selama hampir 30 tahun (1954 – 1983) D. Soeprayogi memegang pucuk pimpinan PRSI. Pada tahun 1983 beliau diangkat sebagai ketua kehormatan atas segala dedikasinya di bidang olahraga renang. Sebagai penggantinya untuk meneruskan pimpinan ditetapkan M. Siregar, yang sejak tahun 1959 telah bertindak sebagai ketua komisi teknik dan sejak tahun 1968 telah ketua I dan pada tahun 1983 diangkat menjadi ketua umum.
            Pada tahun 1963 Indonesia harus mengundurkan diri dari Federasi Dunia Renang karena sebagai tuan rumah Ganefo pada bulan November tahun tersebut, dan pada tahun 1966 PRSI diterima kembali sebagai anggota FINA dan pada tahun 1966 PRSI ikut berpartisipasi dalam Asian Games V di Bangkok.
            Dalam upaya meningkatkan prestasi para perenang yang diiventrisasi tiap kejuaraaan nasional, mulai kejuaraan nasional di Malang pada tahun 1959 diadakan pemisahan antara perenang senior dan junior sampai akhirmya muncul sistem pengelompokan seperti :
·         Kelompok umur IV perenang berusia 10 tahun kebawah
·         Kelompok umur III 11-12 tahun
·         Kelompok umur II 13-14 tahun
·         Kelompok umur 15-17 tahun
·         Kelompok umur senior adalah perenang berusia 18 tahun ke atas.
            Untuk pertama kalinya kejuaraan renang diadakan di Bandung pada tahun 1978 dan setiap tahun diadakan secara berkesinambungan sebagai berikut:
·         1978 Bandung
·         1979 Malang
·         1980 Jakarta
·         1981 Medan
·         1982 Semarang
·         1983 Jakarta
·         1984 Jakarta
·         1985 Ujung Pandang
·         1986 Jogyakarta
·         1987 Bandar Lampung
·         1988 Solo









BAB II
PENGENALAN OLAH RAGA RENANG

            Olahraga renang merupakan olahraga dengan aktivitas di air yang membawahi cabang-cabang olahraga lainnya. Cabang-cabang olahraga yang berada di bawah naungan PRSI diantaranya :
·         Cabang olahraga renang
·         Cabang olahraga loncat indah
·         Cabang olahraga polo air
·         Cabang olahraga renang indah
·         Cabang olahraga perairan terbuka
Image result for renang animasi
            PRSI didirikan pada tahun 1951 sehingga induk organisasi ini berkewajiban untuk mengelola dan mengembangkan keempat cabang olahraga itu dengan seksama. Cabang olahrga loncat indah dikenal pada tahun 1968. Yang diperkenalkan oleh seorang perenang/peloncat nasional yaitu eman sulaeman. Pada saat itu loncat indah sudah dicobakan kepada para atlet renang yang sudah tidak aktif  lagi akan tetapi ternyata kelangsungan hidupnya cabang olahrga loncat indah sulit dipertahankan. Beberapa kali, dicoba untuk dipertunjukan kepada khlayak ramai tetepi hal ini tidak juga mendapat minat masyarakat umum. Kita mengenal olahraga renang sebagai dasar dari keempat cabang olahraga yang tergabung dalam naungan PRSI, dan merupakan landasan yang pertama kali perlu dipelajari. Hingga tahun 1960, olahraga renang di Indonesia masih memperkenalkan gaya dada sebagai gaya renang yang pertama kali diperkenalkan. Maka hasil penelitian para ahli renang berpendapat, hendaknya untuk pertama kali dianjurkan kepada mereka yang akan belajar berenang adalah gaya bebas. Pendapat ini cukup beralasan, karena memang gaya bebas adalah gaya renang yang mempunyai gerakan mengarah lurus. Hal itu memungkinkan setiap orang mudah untuk mempelajarinya. Kemudian alasan lain yang dikemukakan adalah gerakan dan irama kaki pada gaya bebas, lebih sesuai dengan gerakan kaki manusia saat berjalan sehari-hari. Bahkan dari pengalaman membuktikan, bila kita memulai belajar dengan gaya dada memang cepat bisa berenang, akan tetapi setelah itu untuk menguasai gaya renang lainnnya agak sulit untuk dipelajari. Lain halnya dengan pertama kali mempelajari gaya bebas, untuk pertama kali belajar gaya bebas agak sulit. Namun setelah itu untuk mempelajari 3 gaya renang lainnya mudah untuk di pelajari
            Untuk kegiatan renang prestasi, dikenal 4 gaya renang yang kemudian menjadi dasarnya. Adapun gaya renang itu ialah :
·         Gaya bebas
·         Gaya punggung
·         Gaya kupu-kupu
·         Gaya dada
Image result for animasi renang gaya punggungImage result for animasi renang gaya bebas
Gambar 1. Gaya Bebas                            Gambar 2. Gaya Punggung
Image result for animasi renang gaya dadaImage result for animasi renang gaya kupu-kupu
Gambar 3. Gaya Kupu-kupu                  Gambar 4. Gaya Dada
            Keempat gaya renang ini, diperlombakan dalam setiap pertandingan nasional maupun internasional. Sedangkan empat gaya itu, dikenal dengan nama gaya ganti perorangan apabila dilakukan oleh satu perenang. Atau gaya ganti estafet, apabila dilakukan oleh empat orang dengan merenangkan masing-masing satu macam gaya.
A.  Pengenalan Air
            Cara peraktis untuk mengenal air, bisa dilakukan dengan melatih agar mengambil udara di permukaan air, melalui mulut dan kemudian masuk permukaan air dengan segera menutup mulut. Selanjutnya di bawah permukaan air secara perlahan-lahan dihembuskan melalui hidung. Bagi anak-anak yang sangat takut melihat air, hal ini sangat bermanfaat terutama bisa menunjang seorang lebih cepat bisa berenang. Kesulitan yang sering dihadapi adalah bagaimana menguasai diri di permukaan air. Penguasaan diri ini hanya bisa jika bersangkutan mengenal lebih dekat tentang sifat-sifat air dan lingkungan.  Bentuk lanjutan yang juga perlu diajarkan kepada mereka yang ingin belajar renang yaitu cara meluncur.  Sepintas bentuk cara meluncur, seakan-akan hanyalah bentuk atau latihan yang kurang bermanfaat. Akan tetapi harus disadari jika manfaat meluncur ini terutama diperlukan untuk melatih keseimbangan tubuh di permukaan air dalam sikap yang dibutuhkan oleh setiap orang yang akan berenang. Orang yang kaku, tidak fleksibel untuk melakukan sikap rileks disaaat meluncur memang tidak mudah. Bahkan seringkali hal serupa ini menjadi hambatannya.
Meluncur atau bentuk-bentuk latihan meluncur dilakukan, pertama dengan berdiri pada tepi kolam dengan salah satu kaki siap mendorong (lihat gambar 5) Dengan sikap kedua lengan lurus disamping telinga dimana ibu jari saling berkaitan diatas kepala.  Bungkukkan tubuh, hingga kedua ibu jari (ujung-ujung jari) masuk permukaan air. Pada saat ini, lakukan tolakkan kaki yang menempel di dinding untuk melakukan luncuran. Bentuk latihan ini perlu dilatih berulang-ulang sampai terbiasa.
Image result for animasi BERDIRI SAAT MELUNCUR
Gambar 5. Meluncur


DAFTAR PUSTAKA

David H. 1992. Belajar Berenang. Bandung (ID) : Pionir Jaya
Dinas Olahraga DKI Jakarta. 1996. Petunjuk Olahraga Renang
Dinata M. 2003. Dasar-Dasar Mengajar Bola Basket. Jakarta (ID): Cerdas Jaya
Dinata M. 2003. Senam Aerobik & Peningkatan Kesegaran Jasmani. Bandar Lampung (ID): Penerbit Cerdas Jaya
Dinata M. 2004. Padat Berisi dengan Aerobik. Jakarta (ID): Cerdas Jaya
Dinata M. 2005. Rahasia Latihan Sang Juara Menuju Prestasi Dunia. Jakarta (ID): Cerdas Jaya
Dinata M. 2006. Bola Basket. Jakarta (ID): Cerdas Jaya
Dinata M, Wijaya T. 2006. Renang. Jakarta (ID): Cerdas Jaya
Dinata M. 2007. Dasar-dasar Mengajar Sepakbola. Jakarta (ID): Cerdas Jaya
Dumadi, Kasio D. 1992 Renang. Jakarta (ID): Proyek Pembinaan Tenanga Kependidikan, Dirjen Dikti.
Fina Rules 2002-2005. Jakarta (ID): PRSI, 2003
Kantor Menteri Negara Pemuda dan Olahraga. 1991. Sejarah Olahraga Indonesia
Kurnia D. 1984. Olahraga Renang di Indonesia. PRSI
Moerni M. 2002. Pembelajaran Olahraga Pilihan Pendidikan Jasmani (Renang). Diklat Instruktur Dasar Guru Penjas SLTP dan SMU se-Indonesia di PPG Parung Bogor
Rachman A. 1998. Proses Belajar Mengajar Renang Bagi Pemula. Jakarta (ID): FPOK IKIP
Sid GH. 1969. The Complete Smimmer. London (EN): Englewood Clif By Win
Sidik K.1995. Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. Jakarta (ID): Jelita Akademika
Soejoko. 1991. Olahraga Pilihan Renang. PPTK. Dirjen Dikti
Syarifuddin A. 1984. Pendidikan Jasmani dan Olahraga. Jakarta (ID): CV. Baru

Y.E. Counsilman. 1968. The Science of Swimming. New Yersey : W.C Company

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Senam Poco-Poco

Latihan Untuk Meningkatkan VO2 MAX (Edisi 3)

Senam Aerobik